﻿---
title: "EV/EBITDA: nilai perusahaan dibagi EBITDA"
description: "Pahami EV/EBITDA, mengapa digunakan untuk perusahaan dengan struktur modal berbeda, cara menghitungnya, dan di mana kelipatannya dapat menyesatkan."
image: "https://wiki.fcontext.com/og.png"
---

> Documentation Index
> Fetch the complete documentation index at: https://wiki.fcontext.com/llms.txt
> Use this file to discover all available pages before exploring further.

# EV/EBITDA: nilai perusahaan dibagi EBITDA

> Hanya untuk tujuan edukasi; bukan merupakan nasihat investasi atau rekomendasi investasi. Investasi dapat mengakibatkan kerugian.

<a id="answer"></a>

## Jawaban langsung

**EV/EBITDA** membandingkan nilai perusahaan dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.

`EV/EBITDA = nilai perusahaan ÷ EBITDA`

Rasio ini sering digunakan ketika tingkat utang, tarif pajak, kebijakan depresiasi, atau pembiayaan akuisisi membuat perbandingan rasio harga terhadap laba menjadi kurang tepat.

<a id="mechanism"></a>

## Cara kerjanya

Nilai perusahaan dimulai dari kapitalisasi pasar, kemudian menambahkan utang dan klaim serupa serta mengurangi kas. EBITDA adalah ukuran laba operasional sebelum biaya pendanaan, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Memasangkan keduanya membuat pembilang dan penyebut lebih selaras dengan perspektif tingkat perusahaan yang sama.

Kelipatannya paling berguna ketika perusahaan memiliki model bisnis, kebijakan akuntansi, perlakuan sewa, intensitas modal, dan siklus yang sebanding. Analis sering kali menggunakan EBITDA dua belas bulan terakhir, perkiraan EBITDA ke depan, atau EBITDA yang dinormalisasi; pilihan-pilihan tersebut dapat menghasilkan jawaban yang sangat berbeda.

Karena EBITDA sering kali disajikan sebagai ukuran non-GAAP, rekonsiliasi dengan hasil GAAP harus diperiksa. Penyesuaian berulang, kompensasi berbasis saham, biaya restrukturisasi, dan biaya akuisisi dapat mengubah arti penyebut.

<a id="example"></a>

## Contoh

Sebuah perusahaan mempunyai kapitalisasi pasar sebesar US$10 miliar, utang sebesar US$3 miliar, dan kas sebesar US$1 miliar.

`EV = $10B + $3B - $1B = $12B`

Jika EBITDA dua belas bulan terakhir adalah US$1,2 miliar:

`EV/EBITDA = $12B ÷ $1.2B = 10.0x`

Kelipatan 10,0x itu bukanlah kesimpulan tersendiri. Angka tersebut harus dibandingkan dengan perusahaan sejenis, riwayat perusahaan, pertumbuhan yang diharapkan, margin, kebutuhan belanja modal, risiko neraca, dan kualitas penyesuaian EBITDA.

<a id="risks"></a>

## Risiko

- **Belanja modal tidak terlihat:** EBITDA menambahkan kembali depresiasi, tetapi penggantian aset mungkin masih memerlukan kas.
- **Kualitas utang penting:** Dua perusahaan dapat memiliki kelipatan yang sama, tetapi jadwal jatuh tempo dan risiko pembiayaan kembali yang sangat berbeda.
- **Risiko puncak siklus:** EBITDA yang mendekati puncak suatu siklus dapat membuat kelipatannya tampak rendah secara artifisial.
- **Risiko penyesuaian:** EBITDA yang disesuaikan menurut definisi perusahaan mungkin mengecualikan biaya yang pada praktiknya berulang.
- **Ketidakcocokan sektor:** Bank dan perusahaan asuransi biasanya memerlukan metode penilaian yang berbeda karena utang merupakan bagian dari operasi.

<a id="misconceptions"></a>

## Kesalahpahaman umum

EV/EBITDA yang rendah tidak serta merta berarti suatu saham murah.

EV/EBITDA bukan merupakan kelipatan arus kas kecuali belanja modal pemeliharaan, modal kerja, dan pajak dianalisis secara terpisah.

Rasio ini tidak dapat dibandingkan secara langsung jika suatu perusahaan melakukan kapitalisasi biaya, melakukan sewa dalam jumlah besar, memiliki kas yang dibatasi, atau melaporkan penyesuaian yang agresif sedangkan perusahaan sejenis tidak melakukan hal tersebut.

<a id="related"></a>

## Topik terkait

- [nilai perusahaan](/id/stocks/enterprise-value/)
- [EBITDA](/id/stocks/ebitda/)
- [Rasio P/E](/id/stocks/pe-ratio/)

<a id="sources"></a>

## Sumber

- SEC (Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat): panduan laporan keuangan, 10-K, dan non-GAAP.

Source: https://wiki.fcontext.com/id/stocks/ev-ebitda/index.mdx
